Cara Menulis Abstrak yang Benar, Contoh Kerangka dan Fungsinya
Sebagian besar universitas dan penerbit “dilarang menulis artikel menggunakan AI atau Chat GPT”, apalagi dalam menulis “abstrak” yang merupakan bagian yang paling terlihat dalam sebuah karya makalah penelitian.
Dosen, editor, reviewer hingga peneliti pasti membaca bagian abstrak terlebih dulu, ini memudahkan mereka memahami inti dari sebuah penelitian tanpa harus membaca keseluruhan.
Panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 250 kata dalam satu paragraf tunggal (atau tergantung pada pedoman penulisan instansi/jurnal masing-masing).
Dan biasanya pemula tidak mengerti bagaimana menulisnya dengan baik. Abstrak adalah cerminan dari isi penelitian, sehingga ketika menulis maka Anda wajib bisa “merangkumnya secara akurat”.
Secara detailnya, Artikel ini akan membahas panduan langkah demi langkah dalam menyusunnya:
Pertama: Kenali Dulu Fungsinya
Begini dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah fungsi keseluruhan abstrak adalah pembaca dapat memahami esensi dan pembaruan ( novelty) dari penelitian Anda dengan cepat.
Fungsi utamanya .memberikan gambaran ringkas, padat, dan utuh mengenai keseluruhan isi penelitian tanpa mengharuskan pembaca membaca karangan ilmiah atau dokumen secara penuh.
Jadi untuk dibuatnya harus benar-benar menjadi satu paragraf padu. Anda juga wajib menggunakan kata penghubung agar alur ide terasa logis dan tidak terputus-putus.
Ini Contoh Cara Menulis Abstrak yang Benar
Ketika Anda sudah tahu fungsinya maka Abstrak yang baik harus mencakup 5 komponen utama yang biasa disingkat dengan IMRAD+C (Introduction, Method, Results, Discussion/Conclusion).
Jadi maksudnya di dalam abstrak wajib terdapat komponen: latar belakang masalah, tujuan penelitiannya apa (objective), metodenya apa, hasil penelitiannya barulah menulis kesimpulan dan kata kunci dibagian akhir.

Tapi perlu diingat berdasarkan pengalaman Tiara Sunflower dalam menulis karangan ilmiah, ketika menulis bagian penting ini:
“Penulis wajib memilih 1–2 kalimat paling mewakili dari latar belakang, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan dari draf karya tulis Anda”.
Anda juga perlu menghindari Sitasi/Kutipan: yaitu dengsn tidak boleh mencantumkan referensi seperti (Tiara, 2026).
Dalam 1 paragraf: Anda wajib menulisnya hanya dengan 150 hingga 250 kata saja. Dan juga terdapat dua bagian penting lainnya sebelum menulis yaitu:
1. Abstrak terstruktur wajib menggunakan subjudul seperti Latar Belakang, Tujuan, Metode, Hasil, dan Kesimpulan. Ini bisa membuat isi suatu dokumen lebih mudah dipindai dan tentunya lebih “SEO FRIENDLY”.
2. Abstrak tidak terstruktur ditulis jadi satu atau dua paragraf berkelanjutan tanpa judul, tetapi tetap harus mengikuti urutan logis dari konteks ke tujuan, metode, hasil, hingga implikasi.
Juga hal terakhir yang lebih penting adalah hal-hal yang harus dihindari dalam menulis Abstrak yaitu:
• Hindari Sitasi/Kutipan: Abstrak tidak boleh mencantumkan referensi seperti (Tiara, 2026).
• Jangan Gunakan Singkatan Tanpa Penjelasan: Jika harus memakai singkatan, tuliskan kepanjangannya terlebih dahulu.
• Hindari Evaluasi Diri atau Menonjolkan Diri: Jangan menyertakan opini pribadi seperti “Penelitian ini sangat bagus… Saya menjadi mahasiswi terbaik di….”
• Hindari Tabel atau Gambar: Abstrak hanya berisi teks murni tanpa visualisasi data.
Setelah mengetahui hal diatas, barulah memulai menulisnya dengan mengikuti kerangka dibawah ini:
Terakhir, Berikut Kerangka Menulis Abstrak yang Benar
[Latar Belakang & Masalah] ➔ [Tujuan] ➔ [Metode] ➔ [Hasil Temuan] ➔ [Kesimpulan] ➔ Kata Kunci
1. Latar belakang dan masalah
Contoh penulisannya seperti ini:
“Fenomena [topik utama yang dibahas] saat ini menunjukkan [masalah atau objeknya], namun penelitian mengenai [aspek spesifik] masih terbatas.”
2. Tujuan Penelitian
Karangan ilmiah yang ditulis perlu memiliki tujuan akhir mengapa tulisan ini harus terbit dan dibaca hingga dipilih.
Penulisannya sederhana yaitu:
“Penelitian ini bertujuan untuk [menganalisis/mengetahui/menguji] pengaruh [A] terhadap [B].”
3. Metode Penelitian
Menulis bagian ini Anda perlu memahami elemen: Pendekatan ilmiah, jumlah data/sampel, instrumen, dan teknik analisis data.
Jika bisa Anda wajib melampirkan foto dan tabel penelitian.
4. Hasil Penelitian/Temuan
Apa temuan utama atau data penting yang diperoleh? Anda juga perlu melampirkan bukti konkret dalam menulisnya itu wajib melampirkan (2–3 kalimat).
5. Kesimpulan
Jawaban singkat atas masalah penelitian dan dampak/manfaat praktis dari hasil temuan diatas.
6. Keyword atau Kata Kunci
Pastikan Anda menulis: 3 sampai 5 istilah penting yang mewakili variabel/subjek utama penelitian. Ini ditulis dibagiah bawah file.
Dari cara menulis abstrak yang benar. Tiara Sunflower menulis artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi ketika mengerjakan orderan klien apalagi saat mereka membeli tulisan ilmiah. Jadi bisa disimpan ya artikel ini sebagai panduan.






