Bagaimana Cara Menulis Sitasi yang Benar? Pemula Mari Kita Belajar!
Pernah gak sih Anda bingung cara menulis sitasi yang benar? Biasanya nih ini sangat penting untuk penulisan karya ilmiah akademik.
Maksudnya adalah Anda harus menggunakan sitasi untuk mencantumkan sumber informasi yang digunakan untuk menghindari plagiarisme dan menunjukkan bahwa itu karya penulisnya bukan hasil copas.
Kalo Masih Gak Ngerti, Ini Penjelasannya!
Masih gak paham kan maksudnya?
Jadi begini, ketika Anda membuat jurnal atau karya ilmiah, disinilah peran sitasi sangat penting.
Sitasi digunakan ketika penulis mengambil ide, teori, data, pendapat, atau pernyataan dari sumber lain. Dengan mencantumkannya pembaca dapat mengetahui asal informasi tersebut dan menelusuri sumber aslinya.
Jika Anda mencantumkannya dapat memperkuat pembahasan suatu karya ilmiah ataupun suatu jurnal.
Ada berbagai gaya sitasi yang digunakan oleh perguruan tinggi, jurnal, organisasi, dan penerbit mandiri. Beberapa gaya yang paling dikenal adalah:
- Gaya APA
- Gaya MLA
- Gaya Chicago
- Gaya Harvard
- Gaya IEEE
- Gaya Vancouver
Selain meningkatkan kredibilitas tulisan, sitasi juga membantu pembaca menemukan sumber asli dari suatu informasi.
Oleh karena itu, memahami cara menulis sitasi yang benar menjadi keterampilan penting bagi siapa saja yang sering membuat tulisan berdasarkan sumber referensi.
Secara sederhana, Tiara Sunflower yang berpengalaman menulis jurnal memuat bagaimana sitasi dilampirkan:
Contohnya:
Menurut Andara (2016). Pengaruh media sosial terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Jurnal Komunikasi, ( lebih lengkapnya dibawah ini:

Yang diambil sebagai “sitas” adalah:
Nama “Andara” dan tahun “2016” merupakan bagian yang menunjukkan sumber informasi tersebut.
Jika Anda Masih Belum Mengerti, Dibawah Ini:
Cara Menulis Sitasi yang Benar
Contoh diatas adalah penulisan untuk pemula.
Masih ada lagi cara menulis sitasi yang benar yaitu dengan “memilih dan mengetahui gaya yang akan digunakan”.
Beberapa gaya yang umum digunakan adalah APA, MLA, Chicago, Harvard, dan IEEE.
Situs dan daftar pustaka memang saling berkaitan, namun memiliki fungsi yang berbeda. Mencampurkan beberapa gaya sitasi tanpa aturan yang jelas, itu akan menghasilkan kesalahan besar. Lalu bagaimana cara singkat yang bisa saya lakukan?
√ Tentukan gaya sitasi sejak awal ( yang telah disebutkan sejak awal )
√ Gunakan satu gaya secara konsisten.
√ Catat informasi sumber ketika pertama kali menggunakannya.
√ Periksa nama penulis dan tahun publikasi yang lengkap.
√ Pastikan setiap sitasi dalam teks memiliki referensi yang sesuai.
√ Periksa kembali daftar referensi sebelum tulisan dikumpulkan atau dipublikasikan.
√ Jika menggunakan aplikasi pembuat sitasi otomatis, tetap periksa hasilnya secara manual.
Anda Juga Perlu Memahami 2 Perbedaan
Selain menulis dan gayanya, Anda perlu memahami apa itu sitasi langsung dan tidak langsung.
Di sini Anda akan memahami parafrase yang secara konsisten hingga akhir.
Ketika menemukan sumber yang relevan, segera catat nama penulis, tahun, judul, penerbit, halaman, DOI, atau URL. Cara ini akan memudahkan proses pembuatannya.
Sitasi langsung maksudnya adalah mengambil pernyataan dari sumber dengan mempertahankan kata-kata aslinya.
Sedangkan Sitasi tidak langsung atau parafrase berarti menyampaikan kembali gagasan dari sumber menggunakan kalimat sendiri.
Keduanya sama-sama berbeda dari segi penulisan dan gaya tetapi tujuannya sama “mencantumkan sumber informasi yang akurat dan tepat”.
Sitasi langsung mencantumkan nama penulis, tahun, dan informasi lokasi, contoh:
“Pengaruh media sosial bisa memberikan tindakan konsumtif dengan mengutamakan keinginan daripada kebutuhan pokok”, (Andara, 2016, hal. 25).
Sedangkan Sitasi tidak langsung dilakukan dengan menyampaikan kembali gagasan dari sumber menggunakan kalimat sendiri.
Contohnya:
Penelitian membutuhkan proses yang sistematis agar informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan (Andara, 2016).
Meskipun kalimat sudah dibuat menggunakan bahasa sendiri, sumber tetap harus dicantumkan karena gagasan tersebut berasal dari referensi lain.
Penutupan Surga
Jadi, sebelum menyelesaikan sebuah artikel, makalah, skripsi, atau karya ilmiah, pastikan setiap sumber yang digunakan sudah dicantumkan dengan format yang benar.
Sitasi yang rapi bukan hanya memperkuat isi tulisan, tetapi juga menunjukkan bahwa penulis menghargai karya dan pemikiran dari sumber yang digunakan.






